25 Jenis Majas Penegasan Dan Teladan Kalimatnya

Majas Penegasan adalah: Salah satu dari Jenis Gaya Bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan cara penegasan kalimat guna menambah atau memperkuat maksud bagi pendengar atau pembaca.

Anda tentu pernah mendengar Kalimat:

“Guru menyuruh Andi supaya segera Maju ke depan”

Contoh kalimat diatas termasuk salah satu kalimat yang memakai gaya bahasa atau Majas penegasan, sebab memakai kata Maju ditegaskan lagi dengan penambahan kata ke depan.

Tentu kita semua mengetahui bahwa setiap kata Maju tentunya arahnya ke depan, jikalau kata mundur tentu ke belakang.

Jenis-jenis Majas Penegasan beserta Contoh Kalimatnya

 Salah satu dari Jenis Gaya Bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan cara penegasan kalima 25 Jenis Majas Penegasan dan Contoh kalimatnya
Majas Penegasan dan Contoh kalimatnya

Apa yang dimaksud dengan Majas Penegasan?

Majas Penegasan adalah: Salah satu dari Jenis Gaya Bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan penegasan kata atau kalimat guna menambah kesan atau maksud bagi pendengar atau pembaca.

Jenis-jenis Majas Penegasan
Ada beberapa jenis majas yang termasuk kedalam Majas Penegasan, antara lain:

  1. Apofasis
  2. Pleonasme
  3. Repetisi
  4. Pararima
  5. Aliterasi
  6. Paralelisme
  7. Tautologi
  8. Sigmatisme
  9. Antanaklasis
  10. Klimaks
  11. Antiklimaks
  12. Inversi
  13. Retoris
  14. Elipsis
  15. Koreksio
  16. Polisindenton
  17. Asindeton
  18. Interupsi
  19. Eksklamasio
  20. Enumerasio
  21. Preterito
  22. Alonim
  23. Kolokasi
  24. Silepsis
  25. Zeugma

Pengertian dan Contoh Kalimat Majas-majas Penegasan

1. Apofasis
Apofasis adalah: Gaya bahasa yang berupa penegasan namun dengan cara seakan-akan kalimat tersebut menyangkal yang ditegaskan.

Contoh kalimat Majas Apofasis:
“Saya sangat ingin merasakan masakanmu, namun ketika ini perut aku sangat kenyang.”

2. Pleonasme
Pleonasme adalah: Berupa gaya bahasa yang menambahkan klarifikasi pelengkap pada pernyataan yang sudah terang atau menambahkan klarifikasi yang bahwasanya tidak perlu.

Contoh kalimat Majas Pleonasme:
“Guru menyuruh Andi supaya Maju ke Depan.”

3. Repetisi
Repetisi adalah: Gaya bahasa yang berupa mengulang kata dengan tujuan supaya lebih mempertegas maksud kalimat tersebut.

Contoh kalimat Repetisi:
“Kita akan terlambat, dan aku sangat yakin, kita akan terlambat ke sekolah.”

4. Pararima
Pararima adalah: Majas penegasan yang mengulang kata pada abjad Konsonan awal dan selesai pada satu kata atau serpihan kata lain.

Contoh kalimat Pararima:
“Ini yakni Lika-liku kehidupan yang harus dijalani.”

5. Aliterasi
Aliterasi adalah: Majas penegasan yang mengulang konsonan pada awal kata dengan berurutan.

Contoh kalimat Aliterasi:
“Budi Baik, tutur kata yang sopan menjadi bekal dalam kehidupan.”

6. Paralelisme
Paralelisme adalah: Majas Penegasan yang mengulang kata, Frasa atau Klausa yang sejajar atau setara.

Contoh kalimat Paralelisme:
“Bersih itu Indah, Bersih itu Sehat, Bersih itu nyaman.”

7. Tautologi
Tautologi adalah: Majas penegasan yang mengulang kata dengan yang bersinonim.

Contoh kalimat Tautologi:
“Ia menjadi Resah dan Gelisah sesudah tinggal jauh dari kampung halamannya.”

8. Sigmatisme
Sigmatisme adalah: Majas penegasan yang yang mengulangi suara abjad “S” untuk kesan tertentu.

Contoh kalimat Sigmatisme:
“Dia menulis surat ini sambil menangis.”

9. Antanaklasis
Antanaklasis adalah: Majas penegasan dengan mengulang kata yang sama namun mempunyai arti berbeda.

Contoh kalimat Antanaklasis:
“Buah Durian itu menjadi Buah bibir masyarakat sebab ukurannya yang sangat besar.”

10. Klimaks
Klimaks adalah: Majas penegasan yang menguraikan hal secara bertingkat dari yang sederhana hingga yang lebih penting.

Contoh kalimat Klimaks:
“Dari Kota, Desa hingga pelosok dusun semua orang bergembira menyambut kemenangan Tim sepakbola negeri ini.”

11. Antiklimaks
Antiklimaks adalah: Majas penegasan yang menguraikan hal secara bertingkat dari yang lebih penting hingga yang sederhana, atau kebalikan dari Majas Klimaks.

Contoh kalimat Antiklimaks:
“Dari Masyarakat Golongan Atas, Menengah hingga bawah, tumpah ruah memadati jalanan untuk Mudik ke kampung halaman”.

12. Inversi
Inversi adalah: Majas penegasan yang mempunyai susunan yang tidak biasa, penggunaan kata Predikat di awal kalimat lalu kata Subjek.

Contoh kalimat Inversi:
“Ditumpahkan Adik air dalam gelas tersebut, hingga bajuku menjadi basah.”

13. Retoris
Retoris adalah: Majas yang berupa kalimat pertanyaan namun tidak perlu jawaban, sebab sudah terkandung di dalamnya.

Contoh kalimat Retoris:
“Apakah kita tidak tersentuh melihat keadaan para pengungsi yang terkena peristiwa tersebut?”

14. Elipsis
Elipsis adalah: Majas atau gaya bahasa yang susunan kalimatnya tidak lengkap atau menghilangkan satu atau lebih dari unsur kalimat dalam susunan normal.

Contoh kalimat Elipsis:
“Saya dari Medan pagi ini, sore nanti aku ke Jakarta”.

15. Koreksio
Koreksio adalah: Gaya bahasa yang berupa pernyataan pertama yang keliru, lalu diperbaiki di pernyataan kedua, pada kalimat tersebut.

Contoh kalimat Koreksio:
“Perjalanan dari desa aku ke kota Bandung yang terjauh, namun perjalanan ke Kota surabaya lebih jauh lagi”.

16. Polisindenton
Polisindenton adalah: mengungkapkan kalimat atau pernyataan, dan dihubungkan memakai kata penghubung.

Contoh kalimat Polisindenton:
Setelah datang dirumah, aku membantu ibu membersihkan rumah, sesudah itu menyapu halaman, dan lalu menyiram tanaman.

17. Asindenton
Asindeton adalah: Mengungkapkan kalimat atau pernyataan, namun tanpa memakai kata penghubung.

Contoh kalimat Asindenton:
Susah senang, tangis tawa, mengisi lika liku kehidupan.

18. Interupsi
Interupsi adalah: Ungkapan dengan menyisipkan keterang di dalam unsur kalimat.

Contoh kalimat Interupsi:
Anto, Ketua Osis, orangnya ramah dan tampan.

19. Eksklamasio
Ekslamasio adalah: Pernyataan atau Ungkapan yang memakai kata-kata seru.

Contoh kalimat Ekslamasio:
Sungguh luar biasa penampilannya!

20. Enumerasio
Enumerasio adalah: Ungkapan yang berupa uraian secara serpihan demi serpihan dari keseluruhan serpihan kalimat.

Contoh kalimat Enumerasio:
Musibah gempa bumi menimpa, masyarakat diungsikan, bawah umur menangis, kelaparan dan kedinginan menunggu bantuan.

21.Preterito
Preterito adalah: Berupa ungkapan dengan seolah menyembunyikan tujuan sebenarnya.

Contoh kalimat Preterito:
Kalau tak akan tahu, jikalau yang mengambil pisang di kebun yakni saya.

22. Alonim
Alonim adalah: Ungkapan yang memakai Varian dari nama untuk menegaskan.

Contoh kalimat Alonim:
Pir, aku turun di sini saja, ya.

23. Kolokasi
Kolokasi adalah: Ungkapan yang memakai Asosiasi tetap antar satu kata dengan yang lain yang berdampingan dalam satu kalimat.

Contoh kalimat Kolokasi:
Nasibku, harus bertemu dengan laki-laki sepertimu.

24. Silepsis
Silepsis adalah: Ungkapan yang memakai satu kata namun mempunyai makna lebih dan berfungsi lebih dari satu susunan sintaksis.

Contoh kalimat Silepsis:
Pupus sudah segala harapan dan cita-cita gadis itu

25. Zeugma
Zeugma adalah: Ungkapan yang memakai kata yang tidak logis dan tidak gramatis, menjadikan kalimat menjadi rancu.

Contoh kalimat Zeugma:
Kalian harus lebih sabar, meski pemarah Nenek itu juga Peramah.

Semoga bermanfaat!

Berbagi ilmu pengetahuan umum